Program PRISMA 3.0 Poltek SCI 2025 adalah salah satu kegiatan pembelajaran yang dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung terjun ke lapangan. Pada tahun 2025 ini, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengamatan pertumbuhan bebek di Desa Cibeureum.
Kegiatan ini dipilih karena peternakan bebek merupakan usaha yang cukup banyak dilakukan oleh masyarakat desa.
Selain itu, proses pertumbuhan bebek juga menarik untuk dipantau karena dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pakan, lingkungan, dan cara perawatan.
Melalui kegiatan ini, siswa bisa belajar secara langsung sambil memahami kondisi nyata di lapangan.
Dengan adanya PRISMA 3.0, mahasiswa Poltek SCI diharapkan mampu memahami ilmu yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di masyarakat.
Baca Juga: PRISMA 3.0 Poltek SCI 2025: Pengamatan Pertumbuhan Bebek di Desa Cibeureum 2025
Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pencegahan narkoba yang digelar dalam PRISMA 3.0 Poltek SCI, peran tersebut diperkuat dengan pengetahuan dan kesadaran yang lebih mendalam.
BNN Kuningan menegaskan bahwa pencegahan narkoba akan lebih efektif jika melibatkan peran aktif mahasiswa, baik sebagai pelopor, penggerak, maupun penyampai informasi di lingkungan sekitarnya. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh gaya hidup sehat serta berani mengambil sikap terhadap penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini juga membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam menyampaikan edukasi anti narkoba kepada masyarakat. Dengan demikian, dampak program tidak berhenti pada ruang kegiatan saja, tetapi dapat meluas ke lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat.
Melalui PRISMA 3.0, Poltek SCI menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan integritas moral untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.
